8 Tips Penting dalam Menyusun Presentasi Pitching

Presentasi pitching adalah kegiatan yang sangat penting demi kemajuan bisnis. Pitching biasa dilakukan untuk mendapatkan proyek dan menarik perhatian calon konsumen. Pitching juga dilakukan oleh perusahaan baru atau rintisan (start up) untuk mendapatkan investor demi mengembangkan usaha mereka.

Pitching tak ubahnya seperti presentasi. Pihak dari perusahaan (pemilik atau orang lain yang ditunjuk) harus mempresentasikan perusahaan mereka kepada klien atau calon investor. Tujuannya adalah untuk meyakinkan klien atau calon investor agar tertarik untuk bermitra, menggunakan produk yang ditawarkan, atau menjadi investor.

Pitching dalam bisnis juga sering disebut sebagai ‘pitching deck’. Di sini, pihak perusahaan adalah presenternya dan klien sebagai audiens. Oleh karena itu, materi untuk presentasi pitching harus dibuat semenarik mungkin, untuk membuat klien tertarik untuk menyimak penjelasan Anda.

Kalau klien tertarik untuk menyimak presentasi saat pitching deck, mereka akan lebih mudah untuk memahami apa yang sedang dipresentasikan. Jika klien memahami apa yang dipresentasikan, lebih besar kemungkinan mereka akan menyetujui apa yang menjadi tujuan si presenter.

Oleh karena itu, materi untuk presentasi pitching harus benar-benar dipersiapkan dan dibuat dengan baik. Materi presentasi memang sebagai pendukung, karena faktor utama yang menentukan tetaplah kemampuan presenter untuk menjelaskan. Tapi, materi presentasi untuk pitching juga bisa ikut menentukan sukses atau tidaknya proses tersebut.

Setidaknya, ada delapan hal yang harus diperhatikan ketika membuat materi presentasi untuk pitching, yaitu:

1. Gunakan Data yang Akurat

Data-data yang Anda cantumkan dalam materi presentasi untuk pitching haruslah data-data yang akurat. Dilarang untuk mengada-ada atau melebih-lebihkan, karena klien bisa saja mencari tahu di luar sana.

Jika Anda menggunakan sumber data dari internet, pastikan bahwa data-data tersebut juga merupakan data yang akurat.

2. Tawarkan Solusi yang Bermanfaat

Klien akan tertarik pada presentasi yang menawarkan solusi pada masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan begitu, mereka akan tertarik untuk bermitra dengan Anda.

Tapi, jangan terlalu memaksakan solusi itu, khususnya jika pitching dilakukan untuk mendapatkan investor. Kalau Anda terlalu memaksakan bahwa produk atau jasa Anda adalah solusi pada suatu masalah, maka kelanjutan produk Anda bisa saja berhenti begitu masalah yang dihadapi hilang.

Tawarkan kepada klien Anda mengenai solusi yang memberikan manfaat jangka panjang, sehingga usaha Anda juga dapat bertahan.

3.  Jelaskan Tim Anda

Jika Anda membangun usaha start up tersebut bersama atau dibantu oleh teman-teman, cantumkan hal ini di dalam materi presentasi pitching Anda. Sebutkan peran dan kualifikasi mereka.

Jika pitching dilakukan untuk mendapatkan investor, cantumkan juga orang-orang yang sekarang ini terlibat di dalam perusahaan. Misalnya, siapa yang menjadi CEO, COO, atau CTO.

4. Bangun Relasi dengan Klien

Sebelum melakukan presentasi pitching, Anda tentu sudah mengenal siapa klien Anda. Mengenal di sini tentu saja bukan hanya soal mengenai pribadinya, tapi lebih pada mengenal mereka secara professional.

            Oleh karena itu, buatlah materi presentasi yang khusus ditujukan bagi mereka. Sebutkan mengapa Anda menawarkan produk atau jasa Anda pada mereka, yaitu demi kemajuan dan keuntungan mereka. Tentu mereka akan lebih mudah untuk menyetujui presentasi tersebut.

5. Jujur

Selain data yang akurat, semua informasi yang Anda cantumkan dalam materi presentasi pitching ini juga haruslah yang sebenar-benarnya.

Misalnya, produk Anda tidak sepenuhnya bisa menjadi solusi dari sebuah masalah, Anda harus menyampaikannya kepada klien. Namun, katakan kepada mereka bahwa sebagian besar masalah bisa teratasi dengan dengan produk tersebut dan juga bahwa Anda akan terus berusaha mengembangkan produk itu agar bisa menjadi lebih sempurna.

6. Tunjukkan Kemudahan Produk Anda

Jika produk Anda mudah diperoleh atau diakses, tentu akan menyenangkan bagi klien. Jika produk ini berhubungan dengan teknologi, maka produk tersebut haruslah mudah untuk digunakan atau user friendly.

Produk yang user friendly dan bermanfaat tentu akan dicari orang. Bagi para investor, hal ini tentu adalah sesuatu yang sangat menarik.

Jika presentasi pitching yang dilakukan adalah pitching harga, maka buatlah harga untuk produk atau jasa Anda dengan harga yang rasional. Pitching harga adalah saat bagi para klien untuk membandingkan harga dari produk dan jasa yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan.

7. Cantumkan Timeline dan Deadline

Jika pitching dilakukan untuk mendapatkan investor, maka jelaskan kepada klien Anda mengenai kapan produk tersebut siap untuk diluncurkan. Pencantuman target operasional itu akan menambah kepercayaan para klien.

Sedangkan jika untuk mendapatkan proyek, Anda bisa mencantumkan timeline kerja dan juga deadline-nya. 

8. Buat Materi Sesederhana Mungkin

Above all things, buatlah materi presentasi yang tidak terlalu panjang dan bertele-tele. Ingatlah bahwa klien Anda memiliki keterbatasan waktu untuk mendengarkan presentasi pitching tersebut. Jika terlalu panjang, bisa jadi mereka malah jadi tidak konsentrasi.

Untuk membuat materi pitching yang menarik, Anda bisa melihat contoh pitching yang ada di internet.

Yang juga tidak boleh dilupakan saat membuat materi untuk presentasi pitching adalah desain template yang akan digunakan. Gunakan desain template yang menarik dan mudah untuk diedit, seperti yang disediakan oleh Template Presentasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan? Chat via WA